Belajar Berbisnis saat Kuliah

Kemampuan berbisnis tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diasah. Masalahnya adalah, banyak orang yang baru mengasah kemampuan berbisnisnya setelah ia harus menggunakan kemampuan itu. Padahal sebaiknya kemampuan itu diasah jauh-jauh sebelum digunakan. Jadi ketika dibutuhkan, kita sudah siap.

Belajar Berbisnis saat Kuliah
Belajar Berbisnis saat Kuliah

Di dunia bisnis tentunya tak lepas dari negosiasi dan kerjasama dengan mitra kita. Agar hubungan dengan mitra dapat berjalan dengan baik dan lancar, tentunya kemampuan negosiasi dan bermitra ini harus dimiliki. Juga kemampuan berorganisasi untuk mengasah kemampuan bekerja dengan tim.

Saya sendiri mengikuti organisasi kegiatan kampus seperti Liga Film Mahasiswa (LFM). Saya memilih LFM karena saya pikir kegiatan ini sesuai dengan hobi saya, yakni nonton film. Di LFM saya banyak belajar tentang bagaimana berorganisasi dan teamwork dengan teman. Bagaimana bernegosiasi dan berdiskusi, baik dengan rekan satu tim maupun dengan mitra bisnis, terkadang harus dengan coba-coba. Itu yang kita perlu untuk belajar.

Yang menarik adalah, saya ditugaskan untuk menyewa film ke distributor film. Awalnya saya pikir ini gampang, tinggal tanya saja: “Ada filmnya? Berapa harganya?” Beres. Ternyata tidak segampang itu. Ini bisnis. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan: Filmnya bakal laku atau tidak? Apakah filmnya agak rusak karena sudah kelamaan diputar? Belum lagi, terkadang pihak distributor tidak mau menyewakan film-film terbaru. Namun saya justru merasa tertantang.

Ketika film disewakan mahal, kita harus berani ambil resiko. Tentunya kalau film itu laku, maka keuntungan juga akan semakin tinggi, bisa untuk menutupi kenaikan harga filmnya. Di sini saya belajar mengambil resiko untuk return yang lebih besar. Kalau rugi, paling saya dimarahi kan? Semua itu waktu masih kuliah, kalau sudah kerja tentunya sulit. Jadi memang waktunya untuk belajar.

Lain lagi ketika distributor tidak mau menyewakan. Harus bernegosiasi agar bisa mendapatkan film tertentu. Distributor takut kalau kita putar filmnya duluan nanti mengganggu pasar bioskop. Saya waktu itu mencoba meyakinkan bahwa pasarnya beda antara bioskop kampus dengan bioskop komersial. “Bioskop kampus kami kecil, Pak. Gak semua orang kebagian nonton jadinya. Yang gak kebagian nanti bakal lari ke bioskop”, begitu kata saya. Eh, distributor percaya dan kami pun disewakan film-film baru.

Kita tidak akan tahu kita berhasil atau tidak kalau kita tidak mau mencoba. Saat kuliah jangan Cuma berhubungan dengan sesama mahasiswa, tapi belajarlah meraba dunia bisnis. Itu yang selalu saya bawa ke mana-mana.  Jadi, ketika memasuki dunia kerja, kita sudah punya pengalaman sebagai modal dasar. Never say can not do, we can do!

Leave a Reply